Sekilas Sejarah Member Care Indonesia

Kepedulian Tuhan Yesus terhadap mereka yang diutus-Nya sangat nyata, mulai dari saat mereka dipilih dan dipanggil-Nya.

Tetapi rupanya segi kepedulian pengutus seperti ini cenderung diabaikan dalam sejarah misi karena misionaris dianggap pahlawan iman, tahan banting, dengan sengaja memilih kehidupan yang penuh pengorbanan, siap mati … tidak perlu didampingi. Tentu selalu ada saja pemimpin misi dan rekan sepelayanan yang peduli, tetapi tidak ada sistem member care dalam kegerakan misi. Secara khusus ada tidak sedikit anak misionaris yang merasa terabaikan.

Sejak sekitar tahun 1970 para praktisi misi di Amerika dan Eropa semakin menyadari pentingnya “Member Care” untuk misionaris. Artikel dan buku tentang “mental health and missions” mulai ditulis dan ada semakin banyak konferensi di mana para pemimpin misi dapat bertemu dengan para ahli psikologi yang menaruh perhatian pada apa yang dialami para misionaris lintas budaya bersama anak mereka.

Bulan Februari 2005 PJRN (sekarang IPN) mengadakan Konsultasi dan Seminar Member Care Indonesia pertama tentang di Jakarta. Pakar “Member Care” kelas dunia, Dr. Kelly O’Donnell dari Eropa dan Grace Alag dari Pilipina menjadi nara sumber utama. Waktu itu banyak bahan member care disiapkan dalam bahasa Indonesia tetapi sayang sekali dampak konsultasi tsb. untuk kegerakan misi di Indonesia makin lama makin kecil.

Pada Desember 2012 Traugott dan Hanni Boeker, yang 20 tahun sebelumnya pernah melayani bersama Institut Injil Indonesia di Batu-Malang, kembali ke Indonesia dengan suatu visi untuk membantu kegerakan misi Indonesia dalam bidang Member Care.

Pada bulan Mei 2013 Konsultasi Member Care Indonesia (KMCI) ke-2 dapat diadakan di Jakarta dengan Dr. Laura Mae Gardner, seorang pakar dan praktisi Member Care dari AS, sebagai nara sumber yang kompeten dan ramah. Ada lebih dari 100 pemimpin gereja dan lembaga yang hadir. Kesimpulan pada peserta waktu itu bahwa “Member Care” mengisi kebutuhan nyata dalam kegerakan misi Indonesia dan perlu disosialisasikan seluas-luasnya.

KMCI ke-3 di Surabaya pada bulan Juni 2014 mempertemukan 140 peserta dari 26 lembaga misi, 15 gereja dan 5 sekolah teologi – sekali lagi dengan Dr. Gardner sebagai nara sumber. Penerbitan buku beliau “Sehat, Tangguh & Efektif dalam pelayanan lintas budaya: Panduan lengkap Member Care” sangat menunjang pemahaman sambil menyediakan resources yang lebih lengkap.

Untuk KMCI ke-4 bulan November 2015 di Bandung panitia berusaha untuk lebih mendaratkan Member Care lagi di bumi Indonesia. Diharapkan bahwa akan lahir jaringan kerjasama di beberapa daerah pelayanan utama agar supaya semua suku terabaikan di Indonesia dapat segera dicapai dengan Injil Yesus Kristus dan dimuridkan.