Mengapa perlu Member Care?

  1. Dasar alkitabiah untuk Member Care Pengutusan yang berhati Bapa
    1.  Allah Tritunggal adalah sumber kasih dan peduli yang sejati.
      • Sebelum penciptaan sudah ada kasih antara Bapa, Anak, Roh Kudus:
        “Ya Bapa … Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan” Yoh. 17:24
    2. Keberadaan manusia ciptaan Tuhan
      • Manusia diciptakan Bapa surgawi dalam sikap kasih dan peduli dan hasilnya “sungguh amat baik” Kejadian 1:31
      • Manusia yang memberontak terhadap Bapa, telah kehilangan segala kemuliaannya dan tidak mungkin selamat kecuali ada intervensi penyelamatan dari Bapa sendiri.
      • Tuhan memandang manusia walaupun sangat rapuh sebagai mahluk yang berharga dan mulia (Yesaya 43:4) yang memerlukan proses penciptaan ulang menjadi serupa dengan Tuhan Yesus yang sangat lama.
    3.  Bapa mengutus Anak yang dikasihi-Nya ke bumi.
      “Engkau Anak-ku yang Kukasihi; kepada-Mulah Aku berkenan” Luk. 3:22

  2. Dasar alkitabiah untuk Member Care (2):  Contoh Tuhan Yesus
    1. Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya dengan peduli yang sempurnya.
      • Menjadi mentor yang sabar (Mat. 4:18)
      • Selama 3 tahun menyiapkan murid (Mk. 3:14)
      • Membasuh kaki calon misionari (Yoh. 13:5-14)
      • Memberdayakan mereka dengan Roh Kudus sebelum diutus (Kis 1:4)
    2. Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya dengan sikap hati Bapa
      • “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20:21)
      • “… Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:15).

  3. Dasar alkitabiah untuk Member Care (3): pelayanan Tubuh Kristus
    1. Sebelum ada Amanat Agung (Matius 28:18-20) Tuhan Yesus telah memberikan Perintah Agung: “Kamu harus saling mengasihi!” (Yohanes 13:34-35)
    2. Paulus tidak dapat melayani sebagai rasul tanpa ada hubungan timbal balik yang erat antara dia dan anak-anak Tuhan lainnya.’
      • Paulus bukan “Super-man” – ia mengakui kelemahannya kepada para sahabatnya
      • Jemaat Filipi bermitra dengan Paulus dalam pelayanan misinya
      • Paulus selalu melayani dalam tim
      • Ada pribadi-pribadi tertentu yang digerakkan Tuhan untuk melayani Paulus.

  4. Tekanan dan stres di lapangan di antara Suku Terabaikan (STA) menuntut harus ada dukungan yang kuat untuk sang utusan
    1. Stres yang umumnya dialami oleh Utusan Lintas budaya (ULB)
      (Band. buku “Sehat, Tangguh, & Efektif dalam Pelayanan Lintas Budaya” Lampiran Sumber-sumber stres yang umumnya dialami pekerja lintas budaya semasa pelayanan hlm. 377-380) :

      1.  Meninggalkan zona nyaman, berpisah dg kel., kerabat, jemaat, meninggalkan kestabilan finansial, kesepian
      2.  Penyesuaian dengan budaya baru, lingkungan baru, sopan santun baru – kita canggung, pekerjaan baru – kecakapan lenyap, kurang merasa termasuk!
      3. Identitas diragukan, kurang diterima, perlawanan dari lingkungan, peperangan rohani
      4. Di atas panggung, disoroti, dievaluasi 24 jam, tuntuan tidak ada hentinya dan sulit ditolak, rasanya, sulit mengatur waktu, membagi waktu antara pelayanan dan kebutuhan keluarga
      5. Ekspektasi dari gereja dan lembaga (dan dari diri utusan sendiri), diharapkan produktif dan ada hasil yg nyata, gereja pengutus bertanya: berapa org sudah bertobat? Berapa dibaptis?
      6. Kesalahfahaman, konflik antara rekan, isteri/suami; kurang diperhatikan dimengerti oleh pengutus; kesehatan terganggu, apalagi kalau anak sakit dan tenaga medis jauh, anak kurang sejahtera, hidup sebagai single kesepian …
    2.  Gejala-gejala yang dapat timbul sebagai akibat stres seorang utusan lintas budaya:
      1.  Fisik: sulit tidur, bangun pagi sudah capek, tekanan darah tinggi, sakit-sakitan, sakit mag
      2. Emosi: ketakutan, kehilangan percaya diri, rasa kewalahan, depresi, amarah, bosan
      3. Perilaku: menyendiri, pasif, mengeritik, kehilangan rasa puas, konflik, hubungan suami/isteri terganggu, kecanduan (site porno menarik perhatian!)
      4. Mental: sulit berkonsentrasi, tidak fokus, pelupa, pesimis, ketakutan yg berlebihan, pikiran bunuh diri.
      5. Rohani: kehilangan cita-2 dan harapan, sulit berdoa, kepahitan, legalisme, tidak bisa lagi mengasihi orang yang dilayani.
        1. Akibatnya: manusia yang berharga dan dipanggil Tuhan pulang sebelum waktunya!
        2. Pertanyaan: Mungkinkah pihak pengutus turut bersalah kalau sampai terjadi seperti ini?

  5. Manfaat Member Care
    •  ULB lebih sehat, tangguh dan efektif – jumlah utusan yang mengundurkan diri dikurangi
    • Semangat juang dan hasil kerja meningkat
    • Utusan lebih tangguh menghadapi krisis
    • Utusan yang terawat menjadi perekrut terbaik
    • Biaya dihemat
    • Jemaat pengutus / pendukung tambah semangat dan sukacita
      (band. “Sehat, Tangguh, & Efektif dalam Pelayanan Lintas Budaya”, hlm. 19-21)
      Manfaat Member Care tampak jelas melalui penelitian yang dilakukan di antara 540 lembaga misi dengan 37.000 anggota (Too valuable to lose, 2007).
      manfaat member care
      Sesudah 10 tahun sangat nyata perbedaan di antara lembaga yang melakukan Member Care dan mereka yang tidak:
    •  Lembaga yang tidak menerapkan Member Care mengalami kehilangan 60% anggota mereka.
    • Lembaga yang menerapkan Member Care juga mengalami kehilangan anggota mereka, namun hanya sebanyak 28%.